Setelah saya merasa cukup nyaman beraktifitas sehari-hari dalam linux di laptop selama kurang lebih hampir dua tahun, rasanya sudah saatnya saya coba masukkan Linux ke dalam desktop. Saya menggunakan desktop umumnya untuk membuat musik dan main game. Tetapi dua hal ini masih belum bisa dilakukan secara optimal dalam linux. Terutama game online yang memerlukan software anti-cheat, masih tidak mungkin dimainkan dalam linux.
Tapi namanya juga usaha, paling tidak game offline masih ada harapan. Apalagi dengan kemunculan Proton, sebuah percabangan dari proyek Wine yang dikembangkan oleh Steam. Saya ingin mencoba, seperti apa sih performa dari Proton untuk menjalankan satu game yang cukup berat yaitu Monster Hunter World.
Konfigurasi dan Instalasi
Komputer saya berisi Core2Quad Q9650 di atas Asus P5Q Turbo dengan RAM 8 GB, dibantu oleh GTX 1070. Spek yang jomplang.
Kali ini saya tidak membuat dual boot dengan Windows, melainkan benar-benar boot mandiri pakai satu drive yang dipilih lewat bios. Saya beli SSD murah di amazon sekalian juga dengan braket 3.5-nya, kapasitas 240 GB. Datangnya kira-kira 4 hari setelah beli. Jadi sementara itu saya merogoh-rogoh stok flashdisk di lemari untuk jadi media instalasi.
Distribusi yang saya pilih buat konfigurasi kali ini adalah Pop!_OS dari System76 (bukan D'jarum 76 lho ya). Alsan saya pakai Pop!_OS adalah karena dia terkenal mudah instalasi paket-paket softwarenya. Jujur sebenarnya saya lebih suka Debian murni, tapi untuk Desktop saya lebih mengutamakan yang lebih simpel pemakaiannya. Apalagi untuk main game, Pop!_OS menyediakan iso yang sudah berisi driver Nvidia dari sononya. Jadi tidak ada lagi kesulitan dalam mencari driver.
Saya download iso installer dari website System76 dan burn ke dalam USB drive pakai Rufus portable. Pastikan pilih iso yang ada driver Nvidianya.
Instalasi Pop!_OS benar-benar mudah. Sudah hampir seperti saat setup produk Apple untuk pertama kali. Pilih bahasa, tempat, keyboard, pilih drive untuk diinstall, sisanya joss masukkan nama dan password. Benar-benar simpel dibandingkan linux-linux lainnya. Pop!_OS pakai Gnome 3 di desktopnya. Saya sendiri sudah familiar dengan Gnome 3 jadi tidak masalah sama sekali.
Lihat layar desktop dengan OS modern bikin saya sedikit terkesima. Karena saya terbiasa melihat layar desktop dengan tampilan Windows 7. Gila ya, Windows 7 benar-benar terasa jadul.
Oke, cukup komentarnya. Berikutnya, saatnya untuk menginstall client Steam. Kita luncurkan App Store Pop!_OS dengan mengakses menu Activities. Lalu dalam app store kita cari "steam".
Ternyata dalam app store terdaftar ada dua aplikasi steam. Untuk sekilas, mereka terlihat sama persis, tapi kalau kamu buka detailnya, terlihat bahwa satu adalah paket debian (file .deb), dan yang satu lagi adalah paket flatpak. Flatpak adalah sistem paket yang berupa kontainer untuk mengisolasi app tersebut dari keseluruhan sistem. Kali ini saya malas berurusan dengan kontenerisasi jadi saya install dari paket native debian.
Kalau steam sudah terinstall kita buka steam. Dia akan mendownload update dan merampungkan persiapan sistem untuk memakai client steam. Saat selesai dia akan minta untuk login ke akun steam.
Mengaktifkan Proton
Tanpa mengaktifkan proton, client Steam linux hanya akan menjalankan game-game yang memang dinyatakan didesain untuk jalan di linux. Dari dalam steam, pergi ke menu settings, lalu pilih untuk berpartisipasi dalam beta. Lalu restart steam. Setelah kembali lagi, masuk ke settings lagi dan akan terlihat pilihan untuk menggunakan Proton dari drop down list. Restart steam lagi.
Begitu steam sudah menginstall proton, kita siap untuk mencoba main game.
Oke, saatnya testing. Saya pilih MonHun dari library steam, dan klik install. Total ukurannya ada 30 GB lebih. Saya tinggal dulu untuk ngabuburit. Awkawkawk.
Jadi, Gimana? Oke?
Dan... begitu selesai. Kita coba jalankan. Ternyata memang performancenya tidak jauh beda dengan saat di dalam Windows. Luar biasa. Dari awal, saat di Windows, saya memang tidak pernah bisa dapat 60 fps karena game ini memang berat di CPU sementara CPU saya butut. Mau rata kanan maupun rata kiri, tidak ada perubahan yang berarti dalam kemulusan gerakan. Masi pata-pata. Awkawkwa.
Berikut ini salah satu cut-scene intro yang saya rekam pakai hape (ga kuat screen capture).