Viewing: orekari-review

Image Alt Text

「俺の妹がカリフなわけがない」

"There's No Way My Sister is A Caliph".

Atau disingkat "orekari" 「俺カリ」.

Dunia berguncang melihat terbitnya light novel (LN) yang judulnya memancing ini. Saya sampai penasaran dan langsung segera beli di toko buku terdekat.

Jadi, gimana? Apakah isinya bagus?

Apakah isinya cukup "menghormati" tema yang diangkat?
(tl;dr: Ya, dan siapapun yang terpicu duluan pasti belum baca bukunya sampai selesai)

Tapi di sini pertanyaan yang menurut saya lebih penting adalah, apakah penulisnya cukup fasih dalam trope perwibuan? Apakah penulisnya bisa mengantarkan cerita yang bisa lolos sebagai light novel utuh? Bukan hanya sebuah gimmick sesaat yang jatuhnya cuma sok-sokan bikin light novel?

Harus saya akui, tulisan bapak Nakata Kou (Hasan) ini jauh melebihi harapan saya. Tidak hanya dia berhasil lolos sebagai light novel yang bau bawang, tapi juga berhasil menjelaskan konsep-konsep Islam tanpa jatuh jadi buku teks yang menomorduakan cerita. Walau tentu saja harus saya tekankan kalau saya tidak menggunakan standar normal untuk menilai karya beliau.

Seperti apa panggung ceritanya?

Cerita di LN ini berlangsung di sebuah sekolah bernama Kunpu Gakuin1). Sebuah sekolah swasta elit yang dulunya didirikan oleh seorang pendatang muslim. Bisa dibilang semacam sekolah misionaris. Tapi sekarang sudah jadi sekolah biasa setelah beralih manajemen ke sebuah keluarga konglomerat. Di sekolah ini ada sebuah sistem kasta yang menunjukkan tingkatan sosial dan atau kemampuan tiap siswa. Tingkatan ini digolongkan menjadi perunggu, perak, emas, sampai platinum. Fasilitas yang didapat tentu saja berbeda, dari yang bobrok sampai mewah. Kalau kamu ingat, mirip seperti Baka Testo Shoukanjuu.

Tokoh utama kita, Tenma Taruha (天馬垂葉), adalah seorang siswa perunggu. Rada ganteng karena kakeknya campuran arab, tapi sayang dia bodoh. Dan Taruha ini punya adik kembar, namanya Tenma Aisha (天馬愛紗), seorang siswi platinum.

Inilah waifu saya Khalifah kita.

Tenma Aisha digambarkan sebagai sosok gadis pintar dan atletis. Tapi canggung dalam berkomunikasi dan berteman.

Walau begitu dia mengajukan diri untuk jadi ketua Organisasi Siswa Sekolah (OSIS?). Dan dengan mengejutkan semua orang, dia menang pemilihan ketua OSIS itu. Walau lawannya adalah anak dari kepala yayasan sekolahnya itu sendiri. "Pangeran Konglomerat" Ishizukuri Muge.

Dalam upacara inaugurasinya sebagai kepala OSIS, Aisha memberi pengumuman kejutan yang lebih besar, dia mendeklarasikan diri sebagai Khalifah.

Begitulah cerita LN ini dimulai.

Struktur utama ceritanya adalah penguakan misteri tentang alasan Tenma Aisha mendeklarasikan OSIS kekhalifahan, sejarah keluarga Tenma, dan hubungannya dengan garis turunan khalifah, serta persaingan kekuasaan antara Aisha dengan Ishizukuri Muge di dalam sekolah. Semuanya jalan paralel bersamaan.

Kita mengikuti Tenma Taruha menguak cerita di atas, sambil berdialog dengan berbagai macam karakter.

Simpelnya, konten buku ini didorong oleh diaog, 40% world building, 40% character building, dan 20% plot.

Yup, 40% Character Building. Stronk.

Satu hal yang segera menarik perhatian saya dari light novel ini, adalah tidak ada satu-pun karakter yang dengan gamblang digambarkan ke kita "nih karakter ini agamanya Islam". Semuanya cuma orang Jepang biasa yang hidup dengan common sense orang Jepang.

Ini penting, karena begitu kamu gagal di sini, semua usahamu untuk menciptakan panggung yang meyakinkan bakal runtuh. Karena pada dasarnya hampir semua orang Jepang itu Atheis dan nggak ada minat sama agama.

Dan ini adalah batas minimal saya meloloskan LN ini sebagai usaha yang bagus.

Tapi, bapak Nakata Kou memberi kita lebih, dengan penceritaan sejarah keluarga yang susah dibedakan dengan sejarah keluarga "fantasi" samurai supernatural yang biasa kita lihat di dalam media wibu. Hanya saja kali ini yang disuguhkan adalah penceritaan garis keturunan Aisha dari Nabi Muhammad saw., bukan sesuatu yang bersifat murni fantasi.

Omong-omong tentang samurai, Aisha memiliki seorang teman2) bernama Shinmen Iori, seorang gadis samurai ber-ponytail. Skill pedangnya jadi andalan Aisha dalam situasi genting yang memerlukan kekuatan militer. Tebasan katana Iori sanggup mendidihkan darah shounen dalam diri saya sampai harus teriak: "Uwooooo... Kakkoiii". Mantab lah jurusnya.

Dan walau Iori digambarkan sebagai karakter yang senantiasa hanya memikirkan bela diri dan kesetiaannya sebagai samurai ke tuannya, kita diperlihatkan bagaimana dia menumbuhkan sisi kegadisannya yang polos merekah dalam menemukan cinta.

Sangat, sangat, memuaskan.

Aishanya sendiri digambarkan sebagai seorang karakter intelektual yang overpowered (OP) lidahnya. Semua kejadian di dalam cerita sudah masuk dalam perhitungannya. Ini alasan dia jadi waifu saya.

Keikaku Dory

Satu kelemahan Aisha mungkin, tak bisa dipungkiri mannerismnya sedikit chuunibyo. Well, jelas lah ya klo temannya sedikit.

Oh, iya. Satu lagi karakter yang harus disebut. Untuk membantu karakter utama, kita disuguhi karakter cewek satu lagi. Teman masa kecil (osananajimi) Tenma bersaudara, namanya Koshiyo Meku. Anak ini kepribadiannya renyah, pintar, meletup-letup, mukanya level idol, dan dadanya juga lumayan besar. Dia berperan untuk membantu MC kita yang bodoh untuk mengarungi teka-teki dalam cerita. Sekaligus memberi ping-pongan komedi sepanjang cerita biar nggak garing.

Jadi apa maksudnya heboh "Khalifah" di LN ini?

Karena cerita dibingkai dari sudut pandang karakter kakak yang bodoh, kita disuguhi "pengajian" tentang apa itu khalifah. Dan dengan pengajian saya serius bilang pengajian karena ayat Al-Quran bener-bener keluar dalam LN ini, dan dibahas tafsirnya. Tentu saja dengan dialog yang melayani pertanyaan pembaca dan penangkisan kesalahpahaman yang presisi.

Tak bisa dihitung berapa kali karakter kita berusaha mengulang kembali apa yang sudah dipelajari (sesuai dengan pola pikir orang awam), hanya untuk ditangkis kembali di dialog berikutnya. Seperti berikut:

"Jadi, gini gini gini ya?" (sesuai pemahaman awam terhadap penjeasan sebelumnya)

"Nope, salah"

"Eh?? Nggak begitu?"

Terus dilurusin lagi. Teknik yang bagus untuk meluruskan selurus-lurusnya maksud yang ingin disampaikan.

Deklarasi Khalifah yang terjadi di sini dibahas sebagai suatu fantasi chuuni dari Aisha. Nggak ada karakter yang bener-bener paham kenapa Aisha melakukan deklarasi tersebut.

Tapi di sisi yang lain kita disuguhi karakter villainous, pesaing Aisha yang kalah dalam pemilihan ketua OSIS, si Ishizukuri Muge.

Muge tidak kalah chuuni-nya. Dia berusaha menguasai dunia dengan bantuan bisnis orang tuanya. Melebarkan sayap ke seluruh Asia, lalu ke seluruh dunia. Langkah pertama yang ia lakukan demi itu semua adalah menjadi ketua OSIS. (Yep, kita kuasai sekolah, satu demi satu, yup. Super efektif)

Di sini kita diperlihatkan bagaimana struktur sosial sekolah yang berlapis kasta menyebabkan aturan main yang tidak jelas dan dengan gampang jatuh ke dalam tirani yang tak kasat mata. Bagaimana cara seseorang menanjak naik dalam strata sosial? Dalam konteks anak sekolahan, bagaimana seseorang mendapatkan status riajuu?

Apa itu riajuu?
Seperti apakah kehidupan orang yang bisa disebut riajuu?

Punya pacar? Punya banyak teman? Nilainya ranking atas terus? Aktif di organisasi? Member band? Atlit basket?

Sistem sosial yang menggencet orang-orang untuk menanjak naik tanpa aturan yang jelas inilah salah satu yang dipertandingkan dengan sistem "perkhalifahan" (apapun artinya).

Klimaks cerita dalam buku ini memukau hati saya. Betapa dramatisnya sebuah revolusi bisa memberi kekuatan pada yang lemah.

Kekurangan

Tentu saja LN ini bukan tanpa kekurangan. Karena dia dialog-driven, dengan mudah kita bisa tergeret dalam obrolan ngalor-ngidul yang nggak ada juntrungannya. Yang begini nggak papa kalau kamu bisa bawa dia selevel Bakemonogatari saga. Kalau nggak, hidupmu bakal susah.

Selain itu kelemahan utamanya adalah ending. Gampangnya: antiklimatik.

Kurang memuaskan dalam menyuguhkan pukulan terakhir. Well, biar adil, sebenarnya kita harus ingat, kita di sini lagi ngomongin OSIS. Dan anak-anak ini memang masih SMA. Wajar kalau tidak terjadi hal-hal yang bombastis dan luar biasa. Hidup berlanjut seperti biasanya.

Cuma ya sebagai cerita fiksi, kurang punch, paling nggak buat selera saya.

Satu lagi yang tidak kalah pentingnya, banyak ruang perbaikan dalam kualitas ilustrasinya. Ini penting sekali dalam media wibu.

{puisi} A drawing is life in itself {/puisi}
- testermelon

Kesan Keseluruhan

Buat saya, light novel ini sebuah pencapaian yang luar biasa. Tidak menggurui. Dinamis, kocak, insightful.

Koleksi berharga bagi siapapun yang tertarik dengan Islam, media wibu, ataupun keduanya.

Catatan Kaki

  1. Trivia: Kunpu (君府) adalah sebutan lama orang Jepang untuk Constantinople/Istanbul.
  2. Nggak yakin, teman atau bawahan. Hubungan mereka lebih mirip seperti hubungan antara tuan dan samurainya.