Viewing: obsesi-eri-kamijo

Pertama kali saya lihat karya Eri Kamijo adalah saat dia mengilustrasikan salah satu lagu dalam proyek kolaborasi 空想活劇 (dibaca: Kuusou Katsugeki) dari dojin label Voltage of Imagination. Lagu tersebut berjudul "Change" dan dinyanyikan oleh Yanaginagi.

Image Alt Text

Lagu dan ilustrasi ini dengan mudahnya jadi favorit saya bahkan sampai sekarang.

Vektor: Tegas dan Elegan

Satu ciri khas Eri Kamijo yang bisa kita lihat adalah bagaimana dia selalu pakai vektor. Semua gambar dia isinya benar-benar cuma path vektor. Sangat susah dibayangkan bagaimana garis-garis yang presisi itu dianyam menjadi objek organik yang cantik.

Kita bisa lihat bagaimana ini diperdayakan maksimal kalau kita perhatikan bagaimana Eri Kamijo menggambar rambut dan kain. Helai demi helai ditata dari kurva-kurva vektor di Ilustrator. Melekuk-lekuk sesuai yang diperlukan, terkadang menjuntai megah, tapi terkadang juga terkungkup kecil dan lucu.

Image Alt Text Image Alt Text

Tidak hanya tegas dalam membuat garis, Eri Kamijo juga sangat tegas dalam pewarnaan. Hampir semua warna yang diaplikasikan di gambarnya adalah paint bucket fill, tentu dengan gradasi di tempat tertentu seperlunya. Itupun sering dengan palet warna yang hanya terbatas pada duotone atau tritone.

Teknik pewarnaan seperti ini jelas bukan sesuatu yang baru. Ilustrator kawakan Eguchi Hisashi juga sudah mewarnai dengan cara begini dalam medium tradisional sejak jaman dulu. Tapi yang unik dari Eri Kamijo adalah betapa pewarnaan sederhana ini memberi ruang untuk menonjolkan garis-garis kecil yang rumit yang merupakan daya tarik utama dari karya-karyanya.

Yang mana ini membawa kita kepada satu elemen lagi: fashion.

Sense Fashion

Kalau ngomongin baju-baju dalam karya Eri Kamijo, nggak akan ada habisnya. Sense fashion yang dimiliki orang ini bener-bener astronomis.

Saya tidak punya kosa kata yang cukup banyak tentang fashion. Jadi saya tidak bisa membahas segi ini dengan cukup adil.

Cukup saya sampaikan kalau dia pernah ditugasi gambar buat mainan bongkar pasang baju yang super cute dan cantik.

Image Alt Text Image Alt Text

Satu hal yang bisa saya bilang dengan pasti, adalah Eri Kamijo sangat lihai dalam menyeimbangkan antara tema, elegance, sexiness, cuteness, musim, dan statement. Terasa seperti dia selalu datang ke meja gambar dengan target tema yang jelas, memilih proporsi radar chart yang tepat dari elemen-elemen di atas, lalu menuangkannya dalam musim, lalu diselesaikan dengan sebuah pernyataan tentang perasaan seperti apa yang ingin disampaikan melalui gambarnya.

Dan secara alami, satu medium yang sangat tepat untuk jadi kanvas bagi pola berkarya seperti ini adalah sebuah kalender.

Kalender: Tahun Demi Tahun

Tiap tahun, sejak 2015, saya mengoleksi kalender-kalender yang dibuat oleh Eri Kamijo. Kalender-lah medium yang paling memberikan keadilan bagi kekuatan ekspresinya.

Image Alt Text

Pergantian momen dalam setiap tahun secara berkala juga senantiasa membawa perubahan tema. Bukan hanya tentang musim, tapi juga tentang kegiatan kita sehari-hari. Pantai di musim panas, salju di musim dingin, sakura di bulan April, Natal di bulan Desember, Halloween di bulan Oktober, Valentine di bulan Februari. Belum lagi konsep zodiak, atau bahkan birth stones.

Beda tema, beda warna, beda corak, dan beda gaya baju. Semua dari sudut pandang seorang yang punya visi chic dan stylish. Sebuah majalah fashion dalam bentuk seni.

Bonus, berikut ini kolase yang menunjukkan evolusi gambar dia dari tahun ke tahun semasa awal-awal karirnya.

Image Alt Text

Kepribadian: Tutur Bicara yang Sopan

Sampai di sini, normalnya saya tetap bakal suka sama karya seseorang, dan bukan nge-fans sama orangnya. Tapi sekian lama saya melihat tweet dan tulisan blog dari Eri Kamijo, saya merasa semakin lama semakin tertarik sama orang ini secara kepribadian. Tentu saja tetap dalam batasan public figure.

Gaya bahasanya selalu sopan dan santun. Berinteraksi dengan fans-nya dengan gaya archaic yang natural. Saya ga tau seberapa kaya dia tapi rasa-rasanya Eri Kamijo ini pembawaannya tipikal ojou-sama (tuan puteri) sekali tapi tanpa arogansi. Orangnya rendah hati.

Apakah saya terjebak dalam idolisasi? Bisa jadi.

Tapi walaupun benar saya terbutakan sekalipun, bisa dengan aman saya bilang, paling nggak karya-karya dia tidak bohong.