Jujur, anime ini bukan yang terbaik dalam musim corona ini. Justru, dia malah salah satu yang, meh, biasa aja. Tapi yang menarik adalah, dalam biasa-biasa sajanya itu, dia bisa menaruh estetika yang cukup wangi dan menyenangkan.
Walaupun secara animasi dia tidak terlalu canggih, desain karakter dan pewarnaannya sangat tegas. Maksudku, coba liat close up karakter Ratu Cahaya ini
kita bisa lihat hampir semua tenaga animator dicurahkan untuk membuat karakter-karakter inti terlihat sebagus mungkin saat kamu pause.
Satu faktor kuat lagi adalah bagaimana dua karakter utama, pangeran kegelapan dan ratu cahaya ini disuarakan oleh Yuki Kaji dan Yui Horie. Dua aktor suara yang sangat veteran dalam mengisi suara karakter utama.
Bisa dibayangkan ke mana cerita ini akan dibawa. Yaah, mungkin sesuatu seperti Romeo & Juliet, tapi tidak terlalu tragis.
Secara penulisan, anime ini minta dianggap serius. Itu kelihatan jelas dari awal. Dialog antara Pangeran Kegelapan dan Mantan Calon Raja Kegelapan di episode pertama memberi saya kesan kalau anime ini punya level penulisan yang cukup bagus. Hal-hal yang mereka ucapkan sebenarnya klise. Tapi mereka jago menuturkannya secara puitis.
Satu hal yang lemah menurut saya adalah bagaimana perang yang mereka lakukan antara cahaya dan kegelapan sangat tipis makna. Tidak ada penjelasan mendetil tentang motivasi konflik di antara kedua kubu. Kalau perkiraan saya benar, motivasi utama raja kegelapan akan disimpan dan diungkap seiring cerita berjalan.
Walau begitu pun, untuk penonton usia SMP atau SMA, bisa dibilang penceritaannya cukup canggih dan menawan. Karena memang fokus utamanya adalah kisah cinta antara dua karakter yang digambarkan dengan kontras. Bagi yang suka cerita cinta yang lebih pedas seperti sinetron, bisa jadi ini rada membosankan. Tapi kalau kamu suka yang lebih sweet dan archaic, bisa dicoba.
Oh boy, mereka emang keliatan serasi banget. Wkwkwkw.
Coba dengarkan lagu endingnya yang dinyanyikan oleh Yasuda Rei: