Viewing: bitter-girls

Deretan Contoh Bitter Girls

Di antara rentang kategori karakter cewek, ada satu spot yang secara spesifik bener-bener membuat saya terpesona. Betul sekali, dia adalah area rentang kepribadian Onee-sama. Ada beberapa jenis onee-san dalam rentang ini. Dari yang keibuan (sering ara-ara) sampai yang sadis (sering nginjek-nginjek).

Kalian tau lah yang aku maksud.

Tapi ternyata, secara spesifik, sepatah kata "onee-san" ini tidak bisa menjelaskan kesukaan saya pada beberapa karakter imut. Dan karena saya ga bisa nemu kategori yang pas buat sweet spot ini, saya memutuskan untuk kasih nama trope karakter ini bitter girls.

Sebelum ngebahas lebih lanjut, aku mau klarifikasi dan luruskan secara spesifik, apa yang aku maksud dengan bitter girls.

Bitter Girls? Maksudnya?

Bitter girls adalah cewek yang hidupnya penuh penderitaan, karena itu sifatnya jadi dewasa, dan karena penderitaan itu, dia menjadi wanita yang kuat.

Karakteristik utamanya adalah pandangan yang sinis terhadap dunia, dibarengi dengan sisi rapuh yang mendasari itu semua. Biasanya kejadian-kejadian di masa lalu. Tapi bukan berarti dia merasa sebagai korban, melainkan sebagai seorang survivor yang gigih untuk memperjuangkan sesuatu.

Biasanya mereka punya seseorang atau sesuatu yang sangat penting yang ingin mereka lindungi. Dan mereka akan menggunakan semua kemampuan yang dimiliki untuk melindungi mereka.

Perlu diwaspadai karena karakter yang sekilas terlihat tergolong sebagai bitter girl bisa jadi tidak termasuk, karena orang sering meluputkan elemen kedewasaan dan kebijakan yang sering menyertai kepahitan karakter tersebut. Terkadang karakter itu memiliki masa lalu yang pahit, tapi pembawaannya masih belum dewasa dan penuh keraguan atau kenaifan dalam menjalani rintangan. Walaupun dia sangat kuat. Salah satu contohnya adalah Lightning FF (maaf ya kalau ada fansnya Lightning).

Coba mari kita lihat beberapa karakter pentolan favorit saya dalam kategori "bitter girls" ini.

Senjogahara Hitagi

Senjogahara Hitagi berangkat dari sebuah rumah tangga yang rusak. Hal-hal yang dialami oleh Hitagi cukup untuk membuat dia berubah, dari gadis kecil yang polos, jadi gadis kejam yang tak segan melukai (beneran melukai, secara fisik) semua orang yang mendekati dia.

Kemampuan yang didapatkan Hitagi dari masa kelamnya bukan hanya mulut tajam dan keahlian main stapler, tapi juga tipu daya dan strategi psikologi. Ini tampak dengan jelas dalam Arc Nadeko Medusa, di mana dia dengan tegap bersilat lidah untuk bernegosiasi melawan dewi yang menjelma ke dunia. Bayangkan seorang manusia biasa beradu lihai dengan seorang Dewi secara setara (atau bahkan lebih tinggi, tergantung cara lihatnya).

Pertemuan Hitagi dengan Araragi dalam Bakemonogatari, perlahan menggiring Hitagi dari karakter yang hanya sekedar emo dan destruktif, menjadi karakter yang lebih bijak. Kebijakan inilah yang mengantar dia menjadi karakter "bitter girl". Karena kekuatan yang datang dari masa lalu yang kelam akan menjadi duri tajam yang tak terarah kalau tak ada kelembutan yang mengarahkan kekuatan tersebut.

"Demi apakah kau menggunakan kekuatan itu?"

Kelembutan, adalah unsur penting untuk mengarahkan kekuatan, agar jadi sesuatu yang konstruktif.

Akemi Homura

Ini juga satu tokoh bitter girl yang ternama. Agak susah ngomongin soal Homura tanpa spoiler. Buat yang belum nonton Mado Magi, plis nonton lah. Rugi kalian. Aku usahain sebisanya biar ga spoiler yang berat.

Akemi Homura awalnya punya kepribadian yang lemah dan ga bisa diandalkan. Tapi terus dia berulang-ulang mengalami kehilangan semua teman-temannya (secara spesifik, yang dia paling sayangi sebenarnya cuma satu). Ini strategi umum untuk menghancurkan tokoh dengan perulangan waktu, mirip seperti yang dilakukan Steins;Gate terhadap Okabe Rintaro. Entah berapa perulangan yang dia lakukan, Homura tidak pernah berhasil menyelamatkan temannya. Kita bisa lihat dia perlahan berubah dari karakter culun yang penakut, jadi karakter veteran yang selalu yakin tak pandang bulu.

Walau tidak se-alami Hitagi, asal mula kepahitan Homura juga sangat meyakinkan. Dengan latar belakang magis, proses penanaman kepahitan ini dibikin lebih besar intensitasnya. Di dalam cerita kita tidak diberitahu berapa banyak perulangan yang dilakukan oleh Homura. Bisa saja beberapa tahun. Bisa juga beribu-ribu tahun. Kita penonton cuma dikasih tahu kalau jumlah perulangan (yang semuanya berakhir dengan kegagalan) itu cukup untuk bikin mata Homura mati bagai ikan keracunan: stoic dan dingin.

Yang menjaga Homura tetap waras dalam proses ini, adalah rasa cinta dan harapan terhadap temannya. Rasa ingin menyelamatkan.

Iwasawa (Angel Beats)

Iwasawa adalah gitaris+vokalis di band Girls Dead Monster! (Girldemo). Semasa hidup, keluarganya sering bertengkar. Dan hidupnya kelam. Sampai suatu hari dia mendengarkan lagu di sebuah toko musik dan merasa tersentuh oleh lagu tersebut. Dia merasa terselamatkan oleh musik itu yang menyuarakan isi hatinya.

Ia lalu belajar gitar, belajar main musik, dan ingin gantian menyelamatkan orang lain dengan musik yang ia ciptakan.

Sebagai orang yang juga suka musik aku bisa relate sama Iwasawa. Dia bener-bener bikin aku jatuh hati waktu itu. Aku sampai bisa bilang kalau Angel Beats mestinya selesai di episode 3.

Velvet (Odin Sphere)

Velvet asalnya adalah seorang putri dari Kerajaan yang telah runtuh. Dan dia sebenarnya adalah anak haram dari ibunya dengan raja dari kerajaan sebelah. Karena itu dia dibenci oleh sang Raja, yang sejak tahu perselingkuhan itu dia jadi gila. Gara-gara itu Velvet jadi sering disiksa, bahkan sempat mau dibunuh dengan dicekik oleh sang Raja yang makin gila.

Tak hanya itu, sejak keruntuhan kerajaannya, berbekal senjata pusaka kerajaan, dia lari dan menyembunyikan diri di sebuah hutan. Sampai keberadaannya menjadi rumor, "Penyihir dari Hutan Elrit". Di awal cerita, kita langsung mendapat gambaran kalau Velvet ini adalah wanita yang sangat mandiri, berwibawa dan menguasai hutan. Hidup penuh siksaan dari "ayahnya", keruntuhan keluarga dan kedudukannya, hukum rimba yang menempanya, Velvet menjadi sosok yang sinis.

Lagi, kelembutan selalu datang memberkati tokoh "bitter girl" sejati. Pertemuan Velvet dengan Cornelius dan cinta yang menyelimuti mereka membuat Velvet mengarahkan ketegarannya untuk berusaha menyelamatkan dunia dari Kiamat yang diramalkan oleh penyihir kerajaannya dulu.

Zero, Kaine, A2

Tiga wanita ini, aku ga mau ngomongin satu-satu. Intinya, semua ini salahnya Yoko Taro.

Yoko Taro itu:

Apa yang bakal kau dapat dari situ? Cewek-cewek pahit yang top.

Satu aja poin penting yang perlu aku tulis di sini. Mungkin ada yang penasaran kenapa aku ga masukin 2B di sini. Alasannya adalah, 2B ga pernah mendapatkan kekuatan dari kepahitan hidupnya.

2B hidup dengan mematuhi aturan, dan hancur dalam memenuhi peraturan itu. Dia tidak pernah protes. Tidak pernah berontak seperti A2. Tidak pernah mengekspresikan keinginan-keinginannya dengan cara yang berani. Dia nggak pernah lepas dari kenaifan. Inilah sebabnya kenapa 2B tidak termasuk dalam bitter girls.

Akhir Kata

Itulah tadi penjelasan soal bitter girls. Pesona utama mereka adalah kekuatan. Tapi bukan sembarang kekuatan, melainkan kekuatan yang dibarengi dengan visi yang lemah lembut. Terarah dan menggiring dunia ke arah yang lebih baik, paling tidak menurut versi mereka.

Walau mereka kuat, mereka berangkat dari masa lalu yang kelam. Di dasarnya, mereka adalah wanita-wanita yang terluka dan rapuh. Karena itu mereka harus dilindungi. Inilah bagian yang paling mempesona dari mereka.


BONUS: Dalam Anime Terbaru

Itu tadi adalah bahasan tentang tokoh-tokoh pentolan bitter girls dari franchise kenamaan. Sekarang coba kita lihat contoh dari anime-anime terbaru season ini (2019 Fall).

- Crimson Reina

Karakter dari Heikinchi Isekai ini bener-bener bikin aku kaget dengan kemunculan cerita latarnya yang cukup gelap. Tone utama anime ini adalah komedi lucu dengan deretan tokoh-tokoh cewek imut yang senantiasa bikin om-om ketawa dan terhibur. Aahahahahha.

Tapi ternyata diberitakan kalau Crimson Reina punya masa lalu kelam yang bikin dia memunculkan mata marah yang penuh horor.

Darahku langsung bergejolak ngeliat mata itu. Oh, bitter girls dalam anime komedi. Zaman sudah berubah. (Nggak juga sih, dari dulu dah ada).

- Vira + Katarina

Aku nggak nonton GBF season satu karena perkenalan Gran + Ruria kelewat panjang dan boring. Tapi aku nyoba ngintip season dua dan ternyata GBF ini ceritanya boleh juga.

Diceritakan tentang hubungan antara Vira sama Katarina. Oh aku udah suka katarina secara "kekuatannya" dari dulu. Apalagi suaranya Sawashiro. Tapi ternyata di masa lalunya ada hubungan sama Vira. Vira dulu pernah berkorban agar Katarina bisa bertualang dengan bebas, tapi ternyata itu jadi duri dalam hatinya dan menimbulkan dendam.

- Enterprise

Aku sebenarnya ga suka Kankore maupun Azur Lane, tapi aku mau ga mau harus masukin Enterprise ke sini. Karena secara fetish dia bener-bener on-spot. Nyebelin banget.

Segala tentang dia bikin aku yang suka bitter girls ini membara. Tapi, di waktu yang sama, aku ngerasa kepribadian dia melompong seperti boneka.

Kosong. Kayak boneka.

Cantik sih.

Tapi bikin aku merinding karena berasa turn-on sama zombie. Mayat berjalan. Maaf ya para penggemar kapal-kapalan. Aku ga bisa ikut seneng wkwkw.