Viewing: pengakuan-seorang-elitis

TL;DR: Popularitas Genshin menyembuhkan rasa kesepian dan memberi validasi sosial yang saya butuhkan.

Esensi dari Anti-Mainstream-ism

victorian elitshit

Seumur hidup, belum pernah saya menyukai sesuatu yang mainstream. Apapun itu, kalau populer, sering saya tidak menyukainya.

Awalnya saya mengira saya adalah seseorang yang anti-mainstream, yang tidak suka apapun yang disukai oleh orang kebanyakan. Namun setahun belakangan ini, setelah saya berkubang di dalam fandom Genshin, bisa saya simpulkan bahwa saya bukanlah seorang yang anti mainstream.

Saya tidak suka Naruto (atau One Piece) karena banyak alasan, tetapi popularitas bukanlah termasuk satu diantaranya. Bahkan kalau boleh lebih jujur lagi, saya bahkan tidak membencinya. Mereka cuma tidak masuk ke dalam ranking favorit saja.

Rasa muak yang muncul saat terpapar oleh barang yang super populer sebenarnya simpel. Mereka senantiasa mengingatkan betapa saya adalah seseorang yang kesepian.

Sekarang bayangkan saja. Semua orang di sekitarmu menyukai hal-hal yang tidak terlalu kamu suka. Setiap mengobrol, dengan semangat mereka membahas karakter-karaker favorit mereka. Sementara kamu di situ hanya bosan, tidak tertarik dengan apa yang mereka bicarakan.

Jika kamu bisa membayangkan situasi tersebut, mestinya tidak susah untuk bisa melihat apa yang terjadi di sini. Perbedaan selera tersebut akan membuat kamu merasa terkucilkan. Karena mereka senantiasa bisa menemukan teman untuk asyik berdiskusi, sementara kamu hanya bisa mengagumi pesona barang favoritmu sendirian.

Di pojokan.

Tentu saja sekarang banyak tempat di internet di mana kita menemukan kawan untuk bersama-sama menyoraki anime favorit kita. Tetapi saya berpendapat, setiap kali kita teringatkan bahwa teman kita tidak suka yang kita suka, kita merasakan itu sebagai bentuk penolakan. Dan penolakan itu menyakitkan, secara fisik.

Ada satu lapisan lagi yang perlu dikupas di sini. Yaitu bahwa jumlah orang yang menyukai barang yang sama dengan kita ternyata juga penting untuk ketentraman batin.

Saat kamu menyadari kalau jumlah orang suka hal yang sama denganmu itu sangat sedikit, kamu akan mengalami perasaan cemas. Kamu akan meragukan legitimasi pola pikir dan seleramu. "Apakah yang saya yakini ini benar?"

Karena kearifan mayoritas memang merupakan sumber ilmu yang terpercaya. Paling tidak secara statistik. Saat cara hidupmu mirip dengan mayoritas, kamu bisa tenteram menjalani hidup. Paling tidak saat ada bencana, banyak orang yang nasibnya sama dengan kamu.

Tetapi, tidak ada orang di dunia ini yang mau disebut salah. Apalagi untuk hal-hal yang subjektif seperti selera musik atau tontonan. Diingatkan secara terus menerus bahwa kita mungkin salah dalam menjalani hidup itu melelahkan.

Capek.

Mekanisme Retaliasi yang Salah Sasaran

Terkucilkan, ditolak, diragukan, adalah perasaan-perasaan yang membuat suatu pribadi merasa diserang. Kalau kamu belum mencapai kematangan/kedewasaan mental, hal-hal ini akan terasa sangat menyakitkan.

Apa yang terjadi kalau seseorang disakiti? Dia akan membela diri, atau dia juga bisa membalas. Inilah yang terjadi saat seorang elitis mengkoar-koarkan fandom gacoannya dan menjelek-jelekkan fandom yang lebih populer.

Banyak yang bilang kalau yang dilakukan orang-orang ini adalah untuk membuat diri mereka merasa superior. Itu ada benarnya, tetapi kurang tepat.

Karena sebenarnya mereka SUDAH merasa superior.

Mereka melakukan hal-hal ini untuk menunjukkan bahwa jalan hidup mereka tidak salah. Bahwa mereka juga berhak untuk diakui sebagai anggota kelompok. Bahwa menyukai hal-hal yang berbeda itu bukan berarti mereka layak untuk dikucilkan.

Bentuk retaliasi ini tidak tepat sasaran. Karena yang perlu ditangani sebenarnya adalah kedewasaan pribadi itu sendiri untuk teguh dengan pendiriannya,

Karena MAYORITAS TIDAK SELALU BENAR.

Tidak ada yang tahu jalan hidup/selera macam apa yang benar. Hal-hal seperti ini tidak ada jawaban pastinya.

Genshin Impact dan Kelulusan

Yang saya ungkapkan di atas adalah refleksi dari elitism saya sendiri. Kunci terakhir yang membuat saya yakin atas teori ini adalah pertemuan saya dengan game Genshin Impact.

Genshin adalah fandom pertama yang saya gandrungi sekaligus melejit menjadi mainstream. Apakah selera saya berubah menjadi selera mainstream?

Oh, tidak.

Selera saya tetap ketat dan tinggi seperti biasanya. Justru saya kagum Genshin bisa memenuhi hampir semua kriteria saya yang sulit untuk dicapai. Saya sangat bahagia bisa menikmati karya sekaliber Genshin Impact.

Tidak hanya itu. Kali ini saya juga bisa enjoy bermain bersama hampir seluruh teman-teman yang saya kenal dan care. Hampir semua orang di dunia tahu Genshin. Banyak orang yang membicarakannya. Banyak orang yang membahasnya. Banyak orang yang berusaha mengambil sepotong kue ekonomi darinya.

Tidak ada lagi rasa sepi.

Dalam sekejap validasi tersebut datang. Banyak orang yang mengakui selera saya. Saya pun merasa tentram.

Teori saya ternyata benar.

Ternyata benar adanya bahwa saya merasakan dorongan bertingkah elitis karena berusaha melipur rasa kesepian dan menginginkan validasi dari sekitar. Bahwa saya bukan orang yang aneh hanya karena menyukai hal-hal yang tidak umum.

Setelah memahami ini, saya membuat kesimpulan atau saran sebagai berikut. Hentikanlah mencari validasi dari luar. Yakinilah bahwa mayoritas tidak selalu benar. Jalani hidupmu dengan jujur, apa adanya. Tetaplah bersikap baik terhadap orang lain dan buat mereka merasa diterima.

Karena buat mereka, mungkin kamulah sumber validasi itu.

Cheers.