Viewing: oz-puteri-dan-ratu-keabadian

(Artikel ini mengandung spoiler ringan. Baca dengan risiko sendiri.)

Beberapa hari yang lalu saya melihat gambar ilustrasi fanart Genshin Impact yang sangat menggugah emosi. Berikut gambar dan sumber linknya.

Raiden and Fischl

Let'be lonely togerther pic.twitter.com/xt80ItyzoZ

— 누각 (@wldms0402) September 1, 2021

Tanpa tersadari, saya terharu dan berkaca-kaca. Mengapa ilustrasi sederhana ini bisa menimbulkan reaksi yang kuat?

Di sini saya tidak sendiri. Terbukti kalau kita lihat di twit aslinya, banyak yang merespon dengan nada yang sama.

Karakter Fischl

Gadis kecil di kanan bernama Fischl (nama asli: Amy). Dia digambarkan sebagai karakter yang kesepian dan suka membaca buku di perpustakaan. "Penuh imajinasi" adalah salah satu komentar yang sering terdengar dari orang di sekelilingnya. Orangtuanya adalah petualang dan Amy mempunyai mimpi untuk menjadi petualang yang andal seperti mereka.

Di antara buku-buku yang pernah ia baca, Amy sangat menyukai sebuah novel yang berjudul "Flowers for Princess Fischl". Kesukaan ini disambut baik oleh ayahnya, sampai-sampai ayahnya mendukung dengan memanggilnya "Fischl".

Karena itu Amy yang masih kecil terinspirasi untuk mengambil nama tersebut dan sehari-hari bertingkah layaknya Tuan Puteri Fischl. Gara-gara ini, Amy dianggap aneh oleh teman seumurannya dan menjadi terkucilkan.

Suatu hari, ayah Amy berkata bahwa dia sudah muai tumbuh besar. Sudah saatnya untuk lepas dari imajinasi kekanak-kanakan dan hidup di kenyataan.

Amy pun menangis dan pergi ke perpustakaan, tempat dia merasa aman. Di tengah ambisi kuat dan perasaan patah hatinya, Amy mendapat Vision Elektro, anugerah kemampuan untuk mengontrol elemen listrik. Bersamaan dengan itu, muncul makhluk bernama Oz, seekor burung gagak yang kemudian berlaku seperti butler yang melayaninya.

Layaknya Fischl dalam buku cerita, Amy terus mengejar ambisinya. Kini ia menjadi petualang dan mendapat reputasi di kalangan sesamanya.

Raiden Shogun dan Oz

Dalam benua Teyvat, Raiden Shogun adalah Dewi Elektro sekaligus kepala negara Inazuma. Ada teori yang mengatakan bahwa sebagai penguasa elemen tersebut, Raiden Shogun memiliki wewenang untuk menganugerahi Vision Elektro kepada manusia. Walau belum jelas apakah itu benar, dan juga belum jelas bagaimana mekanisme serta proses seleksinya, kita bisa anggap hal ini teori yang masuk akal.

Terceritakan bahwa Raiden Shogun terobsesi dengan keabadian, dikarena rasa sepi yang melandanya pasca kematian kawan-kawannya pasca berbagai peperangan. Ia pun lalu masuk menyendiri ke dalam alam pikirannya sendiri, terlepas dari semua hal di dunia. Raiden Shogun melimpahkan segala tugas keduniawiannya kepada boneka automaton yang ia buat persis seperti dirinya.

Dalam ilustrasi di atas, Raiden Shogun digambarkan menghampiri Amy yang sedang menangis. Dalam interpertasi saya, Shogun, sebagai sosok yang kesepian, iba dan mendatangi Amy dan memberinya seorang teman, Oz, dan kekuatan untuk mengubah nasibnya sendiri.

Refleksi Diri

Waktu kecil, saya termasuk anak yang aneh. Saya suka bermain dengan menggerak-gerakkan tangan dan membuat efek suara untuk menirukan sinematografi film dan mengekspresikan imajinasi. Sekilas benar-benar terlihat seperti orang kesurupan. Tingkah aneh saya ini terus bertahan bahkan sampai SMA dan awal-awal kuliah, walaupun dengan kadar yang lebih sedikit.

Dalam keanehan saya ini, syukurlah masih ada teman yang mau bergaul dengan saya. Tidak banyak yang benar-benar akrab, tetapi saya senantiasa punya satu dua orang yang sering mengobrol. Walau demikian, saya masih merasa tidak cukup.

Ayah saya selalu memperlihatkan contoh bagaimana sesorang bisa memiliki kharisma dan hidup dengan pengakuan positif dari masyarakat. Hidup di bawah bayangan standar yang sangat tinggi ini mungkin membuat saya memasang target yang jauh lebih tinggi dibandingkan kemampuan dasar yang sekarang dimiliki.

Bagi saya, ayah adalah cerminan dari pencapaian kesuksesan sosial.

Menghadapi kenyataan jurang perbedaan karakter kami, saya yang masih kecil tidak bisa menghalau perasaan gagal. Rasa gagal yang muncul setiap saya mengobrol dengan orang lain.

Fokus terhadap kegagalan ini membuat pandangan saya menjauh dari esensi interaksi sosial. Yaitu bersilaturahmi dengan sesama manusia dan saling memenuhi kebutuhan fisik dan batin.

Saya terjebak dalam kesepian yang menahun. Menyebabkan bekas luka yang sulit dihilangkan.

Naungan Lembut

Pertemuan Fischl dengan Raiden Shogun, serta naungan lembut yang tampak darinya, melepas bendungan dalam diri saya.

Yang sebelumnya mengatakan "kamu harus kuat", sekarang berkata "sudah, tidak apa-apa". Semua orang bisa merasakan sakit.

Saat anak kecil terjatuh dari sepeda, ia bisa menangis karena lututnya terluka. Dengan logika yang sama, anak kecil bisa menangis karena luka di hatinya yang berwujud kesepian. Karena kesepian punya efek buruk yang nyata ke badan seperti halnya luka fisik.

Mencari perdamaian dengan luka lama seperti ini diperlukan untuk menjadi pribadi yang utuh dan mendewasa secara utuh. Dengan memahami sejarah ini, saya berharap ke depannya bisa mencari solusi untuk bisa lepas dari ganjalan dan tumbuh menjadi manusia yang seimbang.