Tidak ada orang di dunia ini yang benar-benar memahami bagaimana cara menjalani hidup dengan benar. Dulu saya bingung mengapa di sekolah kita bisa belajar tentang ilmu alam (dan sebagian ilmu sosial), tapi tidak ada yang mengajari cara mencari jati diri (dan cara mencapai kemandirian finansial) secara formal.
Sekarang saya tahu sebabnya. Terlalu banyak jenis manusia di muka bumi ini. Jadi, tidak ada gunanya memformulasikan satu cara untuk semua orang. Alhasil, kita membiarkan semua orang belajar sendiri-sendiri untuk membuat solusi untuk masing-masing.
Dengan sejibun gambaran diri negatif yang saya punya (dengan beberapa contoh yang saya tulis di bagian satu) saya hidup dengan rasa percaya diri yang rendah. Walaupun mungkin secara objektif, hidup saya sebenarnya mungkin penuh sukses, tergantung standar yang diterapkan.
Gejala depresi yang saya alami dua tahun yang lalu membuat hidup saya berantakan (atau mungkin saja, hidup yang berantakan membuat saya depresi). Hal-hal yang berhasil meringankan gejala-gejalannya diantaranya adalah kegiatan belajar IT (sampai bisa membuat blog ini), push up, dan menulis jurnal untuk merekam perasaan saya dan menata nilai-nilai hidup saya.
Blog ini saya buat dari nol, semua programnya saya tulis dari file teks kosong. Dan semuanya saya taruh dalam sebuah komputer kecil di kamar rumah saya yang saya jalankan 24 jam. Semuanya mandiri. Ini memberi saya rasa yakin, ada bukti nyata bahwa saya bukan manusia yang gagal. Saya bisa belajar sesuatu dari nol sampai ada hasil yang konkrit. Dan bisa saya tunjukkan hasilnya ke semua orang hanya dengan satu link.
Saya mulai push up tiap hari. Pertama-tama saya cuma bisa 10 kali dalam satu set. Akhirnya saya bisa 40 push up dalam satu set. Ini juga menunjukkan potensi yang saya bisa lakukan kalau saya mau konsisten dalam berusaha. Permasalahan berikutnya adalah mencari tahu mengapa manusia bisa konsisten melakukan sesuatu.
Satu lagi yang membantu saya meringankan gejala depresi adalah pemahaman lebih baik tentang nilai-nilai yang saya anut. Pertama saya ikuti materi yang ada dalam situs ini. Kemudian saya mulai menulis catatan harian tentang perasaan saya tiap hari. Mencari tahu apa yang saya anggap penting. Apa yang saya tidak suka, dan apa yang saya sebenarnya inginkan (semua ini belum ada jawaban pastinya bahkan sampai sekarang).
Setelah saya mulai berhasil meringankan gejala depresi, saya mulai menggali lebih dalam tentang inti permasalahan yang saya hadapi. Di titik ini pun saya tidak tahu apa/siapa musuh saya sebenarnya.
Berbekal dengan pengetahuan dasar tentang nilai-nilai yang saya anggap penting tersebut saya menjelajah internet untuk mencari bahasan tentang masalah saya. Lalu suatu hari saya kebetulan bertemu dengan sebuah seri video oleh Alok Kanojia yang memberi saya pandangan segar terhadap masalah mental kronis yang saya miliki. Seri video tersebut ditujukan untuk para gAmER yang kecanduan game. Saya bukan seorang gAmER, tapi gejala-gejala yang dia sebutkan di seri video tersebut memberi saya panduan awal untuk mencari solusi.
Secara spesifik, video yang benar-benar membuka mata saya adalah video berikut:
Satu konsep yang paling penting di sini adalah "avoidance" atau kecenderungan untuk menghindari hal-hal sulit dan menyakitkan. Yang kedua adalah tentang perbedaan pola pikir "bakat" vs "pengalaman".
Bersambung...